Kemerdekaan Brand Lokal Masa Kini

73 tahun sudah negara ini dinyatakan merdeka dari segala bentuk “penjajahan”. Sejak 17 Agustus 1945, rakyat Indonesia sedikit demi sedikit mulai bergerak bersama dalam memajukan negara.

Jika dulu masyarakat Indonesia memiliki keterbatasan dalam menyampaikan aspirasi, menyalurkan bakat & hobi, serta bergerak maju membangun perekonomian, di era digital kini semuanya serba dimudahkan. Sadar atau tidak, era digital yang pesat mulai meramaikan bisnis start-up yang dibangun kawula muda Indonesia beberapa tahun terakhir.

Merek lokal semakin menjamur dan memiliki kualitas tak kalah dari merek luar negeri. Hal ini pun tidak dipungkiri oleh Raihan, penggagas bisnis start-up “Pattent Goods” dan “Dekade” yang berlokasi di Bandung.

Visval pun berkesempatan untuk saling menuangkan pikiran menganai kemerdekaan berbisnis di era digital dan tantangan terbesarnya yang ternyata bukan hanya datang dari luar negeri, namun juga kerap datang dari negeri sendiri.


1. SETIAP 17 AGUSTUS KITA MEMPERINGATI HARI DI MANA INDONESIA DINYATAKAN MERDEKA DARI BENTUK “PENJAJAHAN”. APA MAKNA KEMERDEKAAN BUATMU DI MOMEN TERSEBUT?
Merdeka buat saya adalah kebebasan, dimana kita bisa merasakan kebebasan dalam kehidupan yang kita jalani sekarang.

2. SEBAGAI ANAK MUDA, APA TUJUAN UTAMA MENJALANI START-UP SELAIN KARENA PASSION?
Kayaknya saya merasa sudah tidak muda lagi sih di umur saya sekarang, he he. Sejujurnya saya memiliki cita-cita yang besar di bidang usaha saya ini, salah satunya adalah ingin menyejahterakan orang-orang di sekitar saya, karena tanpa dukungan mereka sepertinya kita tidak berarti apa-apa


3. DI HARI KEMERDEKAAN INI, APA HAL YANG PALING DISYUKURI DALAM PERKEMBANGAN START-UP DI INDONESIA TERUTAMA DALAM BRAND SENDIRI?
Tentunya dengan pesatnya kemajuan dunia digital sih, gak kebayang kalau saya mulai bisnis tanpa internet. Dengan kemajuan era digital semuanya dipermudah, tinggal kita memanfaatkannya dengan benar.


4. BISA DIJELASKAN, BAGAIMANA SEJARAH ATAU ALASAN AKHIRNYA MEMILIH JENIS PRODUK KAUS KAKI, SELIMUT, DAN JAM TANGAN SEBAGAI PRODUK DAGANG?
Awalnya saya melihat peluang pasar, 2014 hampir belum ada brand yang berkonsentrasi ke kaos kaki. Saya lihat demand pun cukup banyak pada saat itu, selain itu juga kaos kaki adalah basic needs jadi kayanya hampir dibutuhkan untuk semua orang.
Kalau untuk Dekakde, kami melihat pasar lokal di Indonesia untuk jam tangan rata-rata berbahan dasar kayu, sedangkan Dekade sendiri berkonsentrasi kepada Stainless Steel, dimana pasarnya pun berbeda. Dimana kami berusaha memberikan kualitas & durabilitas yang lebih baik.


5. DI ERA DIGITAL INI BEGITU BANYAK KEMUDAHAN DAN AKSES UNTUK MENJANGKAU MARKET YANG LEBIH LUAS, SEBERAPA BEBAS/MERDEKA KAH KITA BISA MEMANFAATKAN ASPEK TERSEBUT?
Memang dengan kita hidup di era digital membuat pergerakan kita semakin mudah. Dan memang sebebas itu lah kita bisa mengatur kemana arah market kita, ke kota mana atau ke negara mana yang akan kita tuju dengan advertisement yang kita buat.


6. DI BEBERAPA KESEMPATAN PATTENT GOODS/DEKADE TURUT SERTA DALAM EVENT YANG DISELENGGARAKAN LUAR NEGERI. BAGAIMANA RESPON MARKET LUAT MELIHAT BRAND INDONESIA KHUSUSNYA PATTENT DAN DEKADE?
Berdasarkan pengalaman saya, mereka memberi respon positif—mereka menyambut dengan baik dan mengapresiasi produk dari Indonesia.

7. RASANYA MASIH CUKUP MENDOMINASI BRAND LUAR YANG TUMBUH DAN BESAR INDONESIA, DAN NYATANYA MASIH MENJADI KONSUMSI BESAR MASYARAKAT INDONESIA, YANG TENTUNYA BANYAK FAKTOR PENGUAT YANG AKHIRNYA MASYARAKAT LEBIH MEMILIH UNTUK MENGKONSUMSI BRAND LUAR BAIK DARI SEGI KUALITAS SAMPAI KE NILAI GENGSI.
Salah satu cita-cita saya juga dari dulu pengen besar barang temen-temen brand lain nya seperti di luaran sana. Menurut saya kita harus menguatkan komunitas brand lokal ini, harus banyak main satu dengan lainnya, bertukar pikiran, melakukan brand activity areng-bareng, jangan saling menjatuhkan. Karena saya merasa kita sebagai local brand itu punya power yang kuat loh, kita punya power, tapi kalau di satuin kayanya bakalan lebih kuat.


8. BAGAIMANA CARA MENUMBUHKAN APRESIASI DAN KEPERCAYAN UNTUK MASYARAKAT INDONESIA AGAR LEBIH CINTA TERHADAP PRODUK LOKAL?
Menurut saya, sekrang pun kayanya sudah terbentuk kepercayaan dari konsumen kepada brand local. Tapi untuk lebih memberikan trust terhadap konsumen, kita harus memberikan produk yang terbaik dan strategy branding pun cukup berpengaruh terhadap trust dari konsumen


9. APA YANG MENJADI KENDALA TERBESAR UNTUK EXPAND BRAND DI MARKET YANG LEBIH LUAS LAGI DAN DI LUAR NEGERI?
Dukungan pemerintah sih menurut saya. Sebenarnya pemerintah sudah cukup memberi ruang untuk kita & mendorong kita untuk “go international”. Tetapi mungkin karena jumlah local brand yang cukup banyak, jadi dirasa kurang tersebar aja sih menurut saya. Tapi bukan berarti pemerintah hanya diam saja, hanya saja belum merata kali yah.


10. SETELAH BIKIN PRODUK DALAM NEGERI YANG CUKUP SUKSES, FEEDBACK/KONTRIBUSI APA YANG SUDAH DIBERI PADA NEGERI SENDIRI?
Bayar pajak sih pastinya, he he. Selain itu, kita sedang mengolah program-program CSR sih, mengenai bentuknya sendiri masih dalam prosses RND. Nanti kita lihat saja ke arah mana dan mohon doanya, semoga program ini bisa jalan beriringan dengan brand lain yang diharapkan bisa membantu sesama.


11. HARAPAN TERBESARMU DALAM PERKEMBANGAN BRAND LOKAL DI ERA DIGITAL INI?
Harapan saya ingin brand lokal bisa bersaing dengan brand luar secara sehat dan semoha dengan era digital ini bisa semakin mempermudah kita untuk memperkenalkan produk kita ke luar negeri juga.