World Radio Day with Dimasta

Berdasarkan hasil Konferensi Umum ke-36 UNESCO memproklasmasikan pada 3 November 2011, bahwa setiap tanggal 13 Februari diperingati sebagai World Radio Day. Hari ini diperingati sebagai sebuah perayaan kehadiran radio dan untuk mengingat kekuatan radio yang unik sebagai alat komunikasi yang unik.

Dilansir dari situs diamundial.org, radio adalah media massa yang menjangkau khalayak terluas di dunia. Hal ini juga diakui sebagai alat komunikasi yang ampuh dan media dengan biaya rendah. Radio secara khusus cocok untuk menjangkau masyarakat terpencil dan orang-orang yang memiliki keterbatasan seperti membaca.

Seperti yang kita kenal radio merupakan salah satu alat komunikasi yang dipakai untuk menyebarkan informasi, baik berupa berita, iklan, atau sebagai media yang biasanya memutarkan lagu dan program hiburan lainnya lewat sajian audio. Bagi yang pernah merasakan masa kejayaan radio di era 80-90an, radio menjadi alat komunikasi unik di mana kita bisa mengirim pesan atau salam dan juga merikues lagu-lagu kesayangan lewat program yang dihadirkan.

Memperingati World Radio Day yang jatuh pada tanggal 13 Februari setiap tahunnya, VISVAL menampilkan profil singkat announcer terkemuka dari salah satu radio anak muda di Kota Bandung, Dimasta.

Alasan kenapa terjun sebagai announcer?
Gua menjadi seorang penyiar karena gua suka bidang entertainment, senang untuk menghibur orang, suka membuat orang tersenyum dan pastinya memberikan hal-hal positif untuk mereka.

Bagaimana tanggapan mengenai peran radio di era digital?

Ngomongin peran radio di era digital, gua pikir radio adalah salah satu media yang gak pernah mati, terbukti sejak zaman dulu bahkan sejak di zaman perang sebelum kemerdekaan, radio dipakai sebagai alat komunikasi yang penting banget. Dan kehadirannya pun sekarang masih ada. Gua punya filosofi bahwa “hidup itu bukanlah sebuah pemutar music di mana kamu memilih apa yang ingin dimainkan, tapi hidup itu adalah sebuah radio di mana kamu hars menikmati apa yang dimainkan..”

Ketertarikannya di dunia public speaking gak cuma dituangkannya sebagai announcer, ia juga sering tampil sebagai MC/host di berbagai acara atau menjadi pemateri pada acara seputar broadcasting dan public speaking. Selain itu menjadi seorang pelatih salah satu kelompok cabaret, Bosmat, di almamaternya yaitu SMAN 7 Bandung. Pemilik nama lengkap Dimas Tri Adityo ini, kerap disibukan dengan kegiatan bandnya yitu DnF sebagai alias Dimasta n’ Friends yang juga merupakan profesi yang sampai sekarang masih dilakoninya.

Namun tak seirama dengan latar belakang pendidikannya, pria kelahiran Bandung, 16 Oktober ini, merupakan seorang sarjana Bahasa Jepang lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ketertarikannya terhadap budaya Jepang menjadi alasan ia menjadi salah satu staff pengajar mata pejalaran bahasa Jepang di SMP Taruna Bakti, Bandung. Dimasta pun menuturkan bahwa berbagai jenis kegiatan yang dilakukannya itu semua berhubungan dengan komunikasi.

Untuk mengenal lebih dekat seorang Dimasta dengan berbagai kegiatan yang dialkoninya, kalian bisa ikuti lewat akun instagramnya yaitu @dimasta.